Thursday, 16 February 2012

Kau pun tak tau

Pandainya ia tersenyum
tapi kau tak tau berjuta debu perihkan mata

Pandainya ia tertawa
Tapi kau tak tau sering kali ia jatuh, berdarah sampai bernanah

Pandainya ia, sungguh pandainya ia hingga kau!.. kau!.. kau! .. kau! .. dan kau! tak tau sukmanya tersayat .. tersayat dan tersayat hingga ia sendiri ingin berteriak menyerah

Namun karena ia sekeras baja maka ia cuma tersenyum dan tertawa
Karena selama ini ia hanya bergantung pada satu harapan yang slalu ia panjatkan setiap detik . setiap menit agar ia bisa lewati semua hingga senyum dan tawa itu benar-benar tulus terpatri di wajahnya ..

No comments:

There was an error in this gadget
Creative Commons License
My Anthology by Stevy Towoliu is licensed under a Creative Commons Attribution-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at stevyanthology.blogspot.com.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://stevyanthology.blogspot.com/.
Loading...