Monday, 15 December 2008

AKU DAN DEWA

berjuta kunang-kunang melayang di langit merah
undang semua abstrak di setiap embus panas waktu

diam-diam dewa lompat...lompat dan lompat lagi
tak di hirau dasar sungai mengeruh
tak hirau beling robek tapak muda
dewa terus lompat dan lompat terus
hingga kelam cium tanah hitam

saat pandang jatuh meluas
kulihat dewa menari
geraknya ngalir isi alur retak cakrawala
kendati rapuh cekam sudut jiwa

tak apalah.....
asal sampan itu tetap tegar ditengah samudra

No comments:

There was an error in this gadget
Creative Commons License
My Anthology by Stevy Towoliu is licensed under a Creative Commons Attribution-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at stevyanthology.blogspot.com.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://stevyanthology.blogspot.com/.
Loading...