Saturday, 8 November 2008

SERAKAH

pun ketika ku raba kelimnya tak sehalus rekaman mata
tipuan fatamorgana lingkupi diri
bermasa-masa lekatiku
ha..ha..ha..dasar kau langit jingga
awan berarak di tamanmu ternyata tuk tutupi serakah..rakus..
sudahlah sembunyi coba bawa angin disaku segarmu
biarkan ia mengepak bersama rinai pagi
dan mengasin di samudra

Monday, 27 October 2008

BIARKAN SAJA

ratusan kepik mengepik-ngepik di nirwana
pekaknya basahi udara
setetes liur jatuh ketanah
tak apa kedipnya cukup bungkam ini mulut

Saturday, 20 September 2008

BERJUANG

ide gila lari kesana kemari
ada tangan julur di angkasa
coba raih tapi tiada terjangkau
lompat melompat tak karuan
akhirnya bisa tergenggam
trus simpan di kantong biar awet disana

maka
berhembuslah pelan-pelan sangat pelan sampai tak terasa
biarkan semilir saja tertawa
kita diam tak bising
biar gemuruh saja yang bicara
kita desah mendesah saja

ya...
jangan riuh
pelan-pelan diam-diam kita sulam ini asa jadi bara
kemudian lempar ke udara
agar terang sinari kepala

Friday, 19 September 2008

ADZAN

sound  kejar mengejar sampai gendang
papar jelas alun indah
lantun asma-MU

Subbhanallah...
mata memerah semerah hati
pekur tiada apa


raga bertasbih
Ya ALLAH
Ya Robbi
ampuni aku

Tuesday, 19 August 2008

EGP

Lunglaimu tak gapai ini badai
Gemuruh talu menalu beradu adu
Tak jua tengokmu rayu gelisah

S'makin ruah saja ini gelora
Alirnya cari jejak tertinggal di belukar
Sia-sia adalah akhirnya

Sekarang
Sepat kecap mengecap
Puas lihat sang lebah bergelut maut

Dan gemuruh masih saja beradu adu menalu nalu
tak peduli pekak gantung di udara
tak peduli semesta sungsang
tak peduli semburan naga
tak peduli
benar-benar tak peduli
terus bertalu-talu
terus beradu adu

Saturday, 26 July 2008

LAPAR .. HIIKKSSS


perut menari
lapar gelayut gerogot
tak setali tiga pun berkocek
padahal matahari hampir belai bumi

berharap dewi arjuna bawa bekal ini hari
tapi sedari pagi ketuknya tak jua talu
haruskah kujual beberapa bait lagu
agar ku bisa duduk nyaman diwarung nasi bu kenyang

dari pada busung lapar
ada baiknya kubertandan saja keperaduannya
mungkin disana sudah tersedia remah asa
siap kubawa pulang tuk teman nanti malam

KETIDAK BERDAYAAN

di kejauhan
kulihat anak kecil bermandi peluh
ditangannya sekeranjang bunga tebarkan wangi-wangi

sayup-sayup
ku dengar desir nada berlari dari bibirnya
nyanyikan tembang irama tak tentu

sekarang
wajahnya jelas terlihat
ada noda lelah disana
lukisan tarian tadi malam dimana kantuk bukanlah sahabat

begitu hebatnya engkau
lampaui waktu sekali kayuh
sedang aku berenang tanpa peluh
itupun tak buatku sadar
bahwasanya hidup cuma sebentar
Creative Commons License
My Anthology by Stevy Towoliu is licensed under a Creative Commons Attribution-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at stevyanthology.blogspot.com.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://stevyanthology.blogspot.com/.