Sunday, 20 February 2011

Jika Tau

Ku buka lembaran ini hanya untuk mencari lintasan meteor tadi malam

Ku kira ia tlah tinggalkan jejaknya untukku bawa sebagai teman dalam pertempuran hari ini

namun kudapati dalam kotak suratku hanya senyum mengejek sang hampa

acchhh ... jika tau ulurku tak kau hirau, lebih baik kulempar saja ia ke sepasukan hiu

dan jika tau sapaku tak hiasi gendangmu lebih baik ku jadikan ia umpan bagi sang cobra

Tuesday, 30 November 2010

email buat uchil

cium hangat dari 2 samudra yang sering berkecamuk
rasa kangen pada salah satu penghuni jiwa belum tercapai
semoga tersalur nantinya.

saudariku penyuka bau alam semoga kau digulai rahmatNya...amien.....

Saturday, 6 November 2010

Kau tatap aku
kucari pijar disana
kau cuma bawa senyummu di situ

ku tatap kedua tanganmu
masih sama halusnya

Sekarang ku berdarah karna diam adalah temanmu
Sekarang genangan itu semakin meruah hancurkan tembok yang telah menjulang tinggi

ya aku hanya mampu melihatmu sekali lagi dan pergi menjauh

Thursday, 28 October 2010

Buat kasih dan sayangku

Bunda.. Ayah ..aku di selimuti rindu
Rindu kasih sayangmu ..rindu pelukkan, tawa, dan marahmu
Ya aku di selimuti rindu

Bunda .. Ayah ..aku di selimuti sesal
Sesal tuk semua salah yang pernah ku gores di hatimu
Maafkan aku .. aku di selimuti sesal

Bunda .. Ayah .. aku di selimuti tangis
Tangis karna sampai saat ini aku belum memberi pijar mentari di wajahmu
Ya ... tangis ini kini banjiri segala ..

Takut

Terpekur ku di sini ..
Sudut lancip ruang hati bertanya "bagaimana dengan amal"

Bersujudku di sini dengan selimut dosa membungkus ku erat
Ya ALLAH .. aku takut menghadapmu dengan semua nista ini ..

Ampuni aku ya ALLAH .. ampuni aku ya ALLAH .. ampuni aku ya ALLAH

Wednesday, 27 October 2010

Popcorn

Kemarin teriakanku menari di udara
meminta lebih banyak cahya keemasan mentari
tuk rasuki waktu

Engkau mendengar ... Engkau memberi

namun laksana Popcorn dan sinema .. ku tandasi semua dalam sekejab

akhirnya kesadaran telanjangiku
napsu adalah sebab hingga cahya mentari tersendat-sendat sampai keperaduanku

Monday, 18 October 2010

Di ujung derita teriakku menggema

Tolong jemput aku wahai Elang
karena dibawah tatapmu damai menggulali raga

Sekali lagi tolong jemput aku wahai Elang
dan jangan lupa tuk patuki sang mendung
biarkan ia menjadi gerimis agar mudah tersapu angin senja

Sekali lagi tolong jemput aku wahai Elang
bawa aku jauh mengangkasa hingga jiwa berpadu dengan sang waktu ..
Creative Commons License
My Anthology by Stevy Towoliu is licensed under a Creative Commons Attribution-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at stevyanthology.blogspot.com.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://stevyanthology.blogspot.com/.