Monday, 25 May 2009

KENYATAAN

berpijak pada lingkar lengkung cakrawala ..
tak ada lagi fatamorga
sampai terpupuslah segala

anganpun tak mau nampak
ketakutan selimutinya
hingga nyata smakin nyata ..

Saturday, 16 May 2009

ITU-ITU LAGI

jiwa..
hati..
samudra..
cakrawala ..
mentari ..

itu ..itu ..itu .. itu lagi

sedari tadi ku tutup telinga..
sedari tadi ku tutup mata..

bisakah hibur aku .. dia.. dia.. dan dia ..
tanpa

jiwa..
hati..
samudra..
cakrawala..
mentari
apalah .. apa saja
bermil-mil..berkilo-kilo slalu dan slalu bercengkrama di lekuk kata

cobalah gali di liang retorika
temukan semua lalu sebarkan di lidah
dan ..
biarkan saja ia menjamuri semua..

MENCOBA TERUS

a..b..c

a..b..c..d

Ah .. tak ada di kepala
mungkin besok ragam kata kan beri semerbak untainya
berharap saja jikalau tidak kan ada sebutir embun gelanyut di ranum sukma

a..b..c

Nah .. tak perlu tunggu mentari
karena ia tlah jilatiku

a..b
a..b..c
a..b..c..d

sssssstttt ..
coba dengar ..
senandungnya bungkus ini mega
hingga meruahlah samudra

ah .. ternyata kantuk tlah batasi segala ..
sebelum jenuh tapaki dedaunan hati ..

SERGAP ..

saat langit berubah jingga.....
kedip mentari buramkan mata
cahayanya selami jiwa
hingga asa menggelepar di sana

lengkung pelangi robek hati ..
pun ketika ku sulam ia tetap gerogotiku

bagaimana tepis kabut kelam ini
bila kejelasan membentang seluas cakrawala

bagaimana bisa tepis rasa ini
bila cinta erat lekat menggulai raga ..

Monday, 15 December 2008

AKU DAN DEWA

berjuta kunang-kunang melayang di langit merah
undang semua abstrak di setiap embus panas waktu

diam-diam dewa lompat...lompat dan lompat lagi
tak di hirau dasar sungai mengeruh
tak hirau beling robek tapak muda
dewa terus lompat dan lompat terus
hingga kelam cium tanah hitam

saat pandang jatuh meluas
kulihat dewa menari
geraknya ngalir isi alur retak cakrawala
kendati rapuh cekam sudut jiwa

tak apalah.....
asal sampan itu tetap tegar ditengah samudra

Saturday, 8 November 2008

SERAKAH

pun ketika ku raba kelimnya tak sehalus rekaman mata
tipuan fatamorgana lingkupi diri
bermasa-masa lekatiku
ha..ha..ha..dasar kau langit jingga
awan berarak di tamanmu ternyata tuk tutupi serakah..rakus..
sudahlah sembunyi coba bawa angin disaku segarmu
biarkan ia mengepak bersama rinai pagi
dan mengasin di samudra

Monday, 27 October 2008

BIARKAN SAJA

ratusan kepik mengepik-ngepik di nirwana
pekaknya basahi udara
setetes liur jatuh ketanah
tak apa kedipnya cukup bungkam ini mulut
Creative Commons License
My Anthology by Stevy Towoliu is licensed under a Creative Commons Attribution-No Derivative Works 3.0 Unported License.
Based on a work at stevyanthology.blogspot.com.
Permissions beyond the scope of this license may be available at http://stevyanthology.blogspot.com/.